• Rabu, 4 Mar 2026
Bupati Gunungkidul Endah Subekti mengapresiasi paparan data infrastruktur Kapanewon Purwosari dalam Musrenbang RPJMD 2027, mulai dari kerusakan jalan dusun, pariwisata, hingga tantangan pertanian.

gunungkidul.net— Kapanewon Purwosari menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD 2027 di Kantor Kapanewon Purwosari, Kamis (22/1/2026). Musrenbang ini dihadiri langsung oleh Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, jajaran DPRD Dapil 5, serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dalam forum tersebut, Bupati Endah memberikan apresiasi khusus terhadap paparan data infrastruktur yang disampaikan Kapanewon Purwosari. Ia menilai Purwosari menjadi kapanewon dengan data kerusakan jalan paling detail hingga tingkat padukuhan.

“Data tersebut mencakup detail kerusakan jalan hingga tingkat dusun, seperti jalan lingkungan di Giri Asih yang mengalami rusak berat sepanjang 422 meter di Padukuhan Ngoro-oro, jadi kita mudah mengidentifikasi dan mengintervesi bersama,” ujar Endah.

1. Infrastruktur Jalan Dusun Jadi Perhatian Utama

Salah satu contoh yang disampaikan adalah kondisi jalan lingkungan di Kalurahan Giriasih yang mengalami rusak berat sepanjang 422 meter di Padukuhan Ngoro-oro. Bupati menegaskan, meski sebagian ruas jalan bukan kewenangan kabupaten, pemerintah daerah akan mencarikan solusi melalui berbagai skema pendanaan.

Beberapa alternatif yang disiapkan antara lain Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU), Dana Keistimewaan, hingga program padat karya berbasis gotong royong. Selain itu, Pemkab Gunungkidul juga merencanakan rekonstruksi ruas jalan Ploso–Giritirto pada tahun 2026.

2. Fenomena Monyet Ekor Panjang Ganggu Pertanian

Selain infrastruktur, Panewu Purwosari Subiyantoro melaporkan tantangan non-teknis berupa meningkatnya populasi monyet ekor panjang di sejumlah wilayah. Bahkan, di beberapa titik jumlah monyet dilaporkan melebihi jumlah penduduk.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada sektor pertanian, memaksa sebagian warga melakukan alih komoditas akibat kerusakan tanaman yang berulang.

3. Kendala Akses Wisata Akibat Navigasi Digital

Sektor pariwisata juga menjadi sorotan. Panewu Purwosari mengungkapkan persoalan rute wisata yang diarahkan aplikasi navigasi digital ke jalur ekstrem dan berbahaya, terutama menuju destinasi seperti Paralayang dan Pantai Bekap.

Pada momen libur Natal dan Tahun Baru serta libur panjang, warga bahkan harus bergotong royong menjaga dan mengatur akses jalan demi keselamatan wisatawan.

4. Bantuan Pertanian dan Sosial Terus Berjalan

Dalam lima tahun terakhir, lima kalurahan di Kapanewon Purwosari telah menerima berbagai bantuan pertanian, mulai dari benih padi dan jagung hingga alat mesin pertanian seperti traktor dan kultivator.

Di bidang kesejahteraan sosial, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) turut melakukan intervensi melalui pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kalurahan Giritirto, Giripurwo, dan Girijati.

5. Kolaborasi Eksekutif dan Legislatif

Bupati menegaskan, Musrenbang menjadi fondasi penting untuk menyelaraskan perencanaan eksekutif dengan fungsi penganggaran DPRD. Dengan data yang lengkap dan kebutuhan yang terpetakan, pembangunan Kapanewon Purwosari diharapkan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

30+ Comments

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *