
Gunungkidul— Kabar gembira bagi warga Gunungkidul! Mulai tahun 2026 ini, urusan data bukan lagi sekadar angka di atas kertas, tapi jadi kunci utama buat memajukan wilayah kita. Lewat program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) yang baru saja diluncurkan pada Senin (13/4), desa-desa di Gunungkidul kini resmi naik kelas menjadi “otak” pembangunan, bukan lagi sekadar penonton.
Sebagai langkah awal, tiga kalurahan di Kapanewon Playen—yaitu Playen, Plembutan, dan Banaran—telah terpilih menjadi role model. Ketiganya dipilih karena punya perangkat desa yang melek teknologi, fasilitas komputer yang oke, dan aktif di media sosial.
Lalu, apa untungnya buat kita sebagai warga? Yuk, kita bedah peluangnya!
1. Pelayanan Publik yang Lebih Cepat & Akurat
Pernah merasa bantuan sosial atau program pemerintah kurang tepat sasaran? Nah, program Desa Cantik ini hadir untuk membereskan itu. Dengan data yang dikelola langsung oleh perangkat desa yang kompeten, pemerintah bisa melihat dengan jelas siapa yang butuh bantuan, potensi ekonomi apa yang harus didukung, hingga masalah apa yang harus segera diselesaikan.
2. Suara Warga Lebih Didengar (Evidence-Based)
Lewat literasi statistik yang kuat, aspirasi warga tidak lagi sekadar usulan lisan. Perangkat desa akan punya data kuat untuk memperjuangkan kebutuhan warga ke tingkat kabupaten. Artinya, setiap kebijakan yang diambil bakal punya dasar yang jelas (evidence-based policy).
3. Desa Jadi “Subjek”, Bukan Cuma “Objek”
Seperti yang disampaikan Ir. Endang Triwahyuningsih dari BPS DIY, desa kini punya kendali penuh atas datanya sendiri. Desa bukan lagi cuma jadi tempat pengambilan data, tapi jadi pihak yang mengolah dan memanfaatkannya untuk kesejahteraan masyarakat lokal.
4. Digitalisasi dan Literasi untuk Generasi Muda
Pemilihan desa pionir yang punya SDM muda dan cakap teknologi menunjukkan bahwa ada peluang besar bagi pemuda desa untuk terlibat aktif. Ini adalah momentum bagi warga yang melek digital untuk ikut serta dalam pembangunan desa melalui pengelolaan informasi dan media sosial kalurahan.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, berharap kolaborasi antara desa, BPS, dan Dinas Kominfo ini bisa menciptakan “Satu Data” yang solid.
“Jika satu data ini bisa direalisasikan, kita akan lebih mudah dalam menindaklanjuti semua problem yang ada di masyarakat,” tegas Bupati.
Apa yang bisa warga lakukan? Ini saatnya kita lebih peduli dengan validitas data diri dan lingkungan. Mari dukung perangkat desa saat melakukan pendataan, karena data yang akurat dari Anda hari ini adalah kunci pembangunan tepat sasaran di hari esok!
30+ Comments
Post a comment