
GUNUNGKIDUL– Budi daya melon menjanjikan pendapatan bulanan Rp5 juta atau dua kali gaji UMK Gunungkidul, Rp2.468.378. Bagaimana caranya?
Ketua Mastani Farm, Fahid Nurarrosyid, menegaskan peluang pendapatan tersebut sangat terbuka bagi anak muda Gunungkidul. Ia memaparkan simulasi pertanian metode greenhouse 12 meter x 31 meter di tempatnya.
“Kapasitasnya 1.024 tanaman ditambah ruang transit dan berbahan utama bambu dan penanaman pertama total modalbya Rp120 juta,” jelasnya, Sabtu (14/3/2026).
Ia mengungkap peluang break even point (BEP) atau balik modal tahun kedua.
“Bahkan bisa sebelum tahun kedua.
“Pendapatan dengan jumlah tanaman tersebut rata-rata Rp33 juta per panen,” jelasnya.
Angka tersebut, jelas Fahid, baru omzet.
“Keuntungannya, begini modal produksi sekitar Rp16 juta. Jadi untung separuhnya dengan masa tiga bulan. Jadi kalau mau keuntungan Rp5 juta, Rp10 juta per bulan tinggal dikalikan kapasitas tanamnya,” ujarnya.
Dalam kesempatan sama, Komandan Kodim (Dandim) 0730/Gunungkidul Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan menekankan pentingnya peran petani melon untuk menopang kebutuhan konsumsi buah baik di Gunungkidul, DIY dan daerah tetangga. Dandim menyatakan produktivitas melon Gunungkidul bisa mencukupi kebutuhan sekitar 2,5 juta warga.
Mengutip data Kabupaten Gunungkidul dalam Angka 2026 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, produktivitas melon di Gunungkidul mencapai 3.793,98 kuintal.
“Produktivitas melon sebagaimana disebut dalam data BPS ini setara 379.398 kg melon atau sekitar 379 ton melon. Jika dikonversi lagi bisa disebut setara 2.529.320 porsi buah,” katanya.
Dinas Dukcapil Gunungkidul, sambung Dandim, menyebut jumlah penduduk di Gunungkidul sebanyak 779.050 jiwa.
“Nah ini dia tinggal dihitung, jatuhnya kan produktivitas melon tersebut baru bisa memenuhi sekitar tiga hari kebutuhan buah. Perhitungannya jika semua warga mengonsumsi buah secara ideal lho ya ini,” imbuhnya.
30+ Comments
Post a comment