• Rabu, 18 Mar 2026
Bingung membedakan Antraks dan PMK? Pelajari perbedaan mendasar antara bakteri Antraks yang mematikan bagi manusia (zoonosis) dengan virus PMK. Simak mengapa tradisi Brandu sangat berisiko dan bagaimana solusi Jimpitan bisa menyelamatkan nyawa peternak. (ANTARA)

GUNUNGKIDUL– Pernah dengar istilah Brandu? Di balik semangat gotong royong warga Gunungkidul untuk membantu tetangga yang ternaknya mati, ternyata ada bahaya laten yang mengintai yakni Antraks.

Tapi, sebenarnya apa sih Antraks itu? Dan apa bedanya sama PMK yang juga lagi ramai? Berikut penjelasannya.

Antraks bukan disebabkan oleh virus, melainkan bakteri bernama Bacillus anthracis. Yang bikin bakteri ini jadi supervillain alias penjahat super adalah kemampuannya membentuk spora. Spora ini seperti baju besi. Saat terpapar udara luar, bakteri ini tidur dalam bentuk spora yang bisa bertahan hidup di tanah selama puluhan tahun.

Jadi, meskipun sapinya sudah lama mati, tanah bekas cairan tubuhnya bisa tetap mengandung maut.

Antraks vs PMK: Apa Bedanya?

Banyak peternak yang sering tertukar antara Antraks dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Padahal, keduanya sangat berbeda karakternya. Gunungkidul.net coba merangkum perbedaan keduanya menjadi tabel berikut:

FiturAntraksPenyakit Mulut & Kuku (PMK)
PenyebabBakteri (Bacillus anthracis)Virus (Aphthovirus)
ZoonosisYa! Menular ke manusia dan mematikan.Tidak. Jarang sekali menular ke manusia.
Gejala KhasMati mendadak, darah hitam keluar dari lubang tubuh (hidung/telinga).Melepuh pada mulut, gusi, dan kuku (kaki pincang), air liur berlebih.
KetahananSangat kuat (spora tahan puluhan tahun di tanah).Cepat mati dengan disinfektan/asam/panas.
Bahaya UtamaKematian mendadak pada hewan & manusia.Kerugian ekonomi (ternak kurus, susu turun, kuku lepas).

Gimana Cara Antraks Menular ke Manusia?

Ada tiga pintu masuk utama masuknya antrals. Pertama, lewat kulit atau bersentuhan langsung dengan bangkai, pernapasan yakni menghirup spora), dan yang paling sering di Gunungkidul adalah pencernaan alias makan daging dari hasil Brandu. Yang perlu diingat, memasak daging Antraks tidak menjamin spora mati total jika suhunya tidak ekstrem,

Karena Antraks itu adalah zoonosis atau menular ke manusia, tradisi Brandu sangat berbahaya. Solusi keren yang ditawarkan adalah jimpitan. Kita tetap gotong royong iuran untuk membantu tetangga yang sapinya mati, tapi dagingnya tidak untuk dimakan, melainkan dikubur dalam-dalam sesuai prosedur. Kita dapat pahala bantu tetangga, tapi nyawa tetap aman. Apakah kalian setuju?

30+ Comments

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *