
Sektor peternakan di Kabupaten Gunungkidul menunjukkan potensi yang luar biasa sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Berdasarkan data terbaru dari publikasi Kabupaten Gunungkidul Dalam Angka 2025, total populasi ayam pedaging (broiler) di wilayah ini mencatatkan angka fantastis, yakni mencapai 10.921.200 ekor sepanjang tahun 2024.
Besarnya angka populasi ini menempatkan ayam pedaging sebagai komoditas unggulan dalam subsektor peternakan di Gunungkidul. Peluang ini didorong oleh ketersediaan lahan yang luas dan sebaran peternakan yang merata di hampir seluruh kecamatan. Lima wilayah tercatat memiliki populasi di atas satu juta ekor, dengan Kecamatan Semin sebagai produsen terbesar yang memiliki populasi sebanyak 1.414.500 ekor.
Dari sisi nilai ekonomi, harga pasar untuk daging ayam ras di tingkat konsumen relatif stabil. Di Pasar Argosari, Wonosari, rata-rata harga daging ayam ras pada tahun 2024 dipatok sebesar Rp35.014 per kilogram. Angka ini menunjukkan tren positif jika dibandingkan tahun 2023 yang rata-ratanya berada di Rp33.417 per kilogram.
Meningkatnya populasi ini juga sejalan dengan pola konsumsi masyarakat. Rata-rata pengeluaran penduduk Gunungkidul per kapita dalam sebulan untuk kelompok komoditas daging mengalami kenaikan dari Rp24.482 pada tahun 2023 menjadi Rp27.149 pada tahun 2024. Hal ini mengindikasikan adanya permintaan pasar yang terus tumbuh secara konsisten di tingkat lokal.
Keberhasilan pengembangan populasi ayam pedaging di Gunungkidul juga didukung oleh aspek teknis pengelolaan sumber daya air. Berdasarkan kriteria mutu air, sektor peternakan di wilayah ini telah memanfaatkan klasifikasi air Kelas II dan Kelas III yang memang diperuntukkan bagi prasarana peternakan dan pembudidayaan.
Berikut adalah rincian besaran populasi ayam pedaging per kecamatan di Kabupaten Gunungkidul tahun 2024:
• Semin: 1.414.500 ekor
• Girisubo: 1.393.700 ekor
• Semanu: 1.301.000 ekor
• Gedangsari: 1.187.900 ekor
• Tanjungsari: 1.064.200 ekor
• Karangmojo: 631.800 ekor
• Rongkop: 552.800 ekor
• Ponjong: 554.000 ekor
• Paliyan: 500.500 ekor
• Playen: 450.900 ekor
• Patuk: 367.100 ekor
• Saptosari: 365.300 ekor
• Wonosari: 286.600 ekor
• Panggang: 243.000 ekor
• Tepus: 207.400 ekor
• Purwosari: 204.000 ekor
• Nglipar: 180.500 ekor
• Ngawen: 16.000 ekor
Dengan total populasi yang mencapai lebih dari 10 juta ekor, Gunungkidul kini menjadi salah satu pilar penting penyedia protein hewani bagi wilayah D.I. Yogyakarta dan sekitarnya. Pemanfaatan teknologi peternakan dan penguatan rantai pasok diharapkan dapat terus meningkatkan kesejahteraan para peternak lokal di masa depan.
30+ Comments
Post a comment