• Rabu, 4 Mar 2026
BMKG mengeluarkan peringatan hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di DIY, termasuk Gunungkidul, jelang sore dan malam pergantian tahun. Wisatawan dan warga diimbau waspada cuaca ekstrem.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Rabu sore, 31 Desember 2025. Sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Gunungkidul, berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang mulai pukul 15.00 WIB.

Dalam rilis resmi BMKG DI Yogyakarta yang diperbarui pukul 14.49 WIB, disebutkan bahwa potensi cuaca ekstrem ini diperkirakan berlangsung hingga pukul 17.30 WIB. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama yang beraktivitas di luar ruangan dan wilayah rawan bencana hidrometeorologi.

Wilayah Gunungkidul yang Berpotensi Hujan Lebat

BMKG mencatat, pada fase awal, hujan berpotensi terjadi di tiga kapanewon di Gunungkidul, yakni:

  • Wonosari

  • Paliyan

  • Semanu

Selain itu, hujan diperkirakan meluas ke hampir seluruh wilayah Gunungkidul, meliputi:

  • Nglipar

  • Playen

  • Patuk

  • Panggang

  • Tepus

  • Karangmojo

  • Ponjong

  • Rongkop

  • Semin

  • Ngawen

  • Gedangsari

  • Saptosari

  • Girisubo

  • Tanjungsari

  • Purwosari

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko genangan air, pohon tumbang, hingga gangguan perjalanan, terutama di jalur wisata dan perbukitan karst Gunungkidul.

Wilayah Lain di DIY Juga Terdampak

Selain Gunungkidul, potensi hujan juga terjadi di Kulon Progo, Bantul, Sleman, dan Kota Yogyakarta, baik pada fase awal maupun lanjutan. Hal ini menandakan sistem cuaca aktif masih memengaruhi wilayah DIY secara luas pada sore hingga petang hari.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah dampak cuaca yang berpotensi terjadi saat hujan lebat. Kondisi tersebut dapat disertai petir dan angin kencang, yang berisiko menurunkan jarak pandang bagi pengguna jalan serta memicu longsor lokal, terutama di wilayah perbukitan. Selain itu, cuaca ekstrem juga berpotensi mengganggu aktivitas wisata, khususnya pada sore hingga malam pergantian tahun.

Untuk mengurangi risiko, masyarakat diimbau menghindari berteduh di bawah pohon besar atau baliho, menunda aktivitas luar ruang apabila kondisi cuaca memburuk, serta secara rutin memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.

30+ Comments

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *