
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Rabu sore, 31 Desember 2025. Sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Gunungkidul, berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang mulai pukul 15.00 WIB.
Dalam rilis resmi BMKG DI Yogyakarta yang diperbarui pukul 14.49 WIB, disebutkan bahwa potensi cuaca ekstrem ini diperkirakan berlangsung hingga pukul 17.30 WIB. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama yang beraktivitas di luar ruangan dan wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
Wilayah Gunungkidul yang Berpotensi Hujan Lebat
BMKG mencatat, pada fase awal, hujan berpotensi terjadi di tiga kapanewon di Gunungkidul, yakni:
Wonosari
Paliyan
Semanu
Selain itu, hujan diperkirakan meluas ke hampir seluruh wilayah Gunungkidul, meliputi:
Nglipar
Playen
Patuk
Panggang
Tepus
Karangmojo
Ponjong
Rongkop
Semin
Ngawen
Gedangsari
Saptosari
Girisubo
Tanjungsari
Purwosari
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko genangan air, pohon tumbang, hingga gangguan perjalanan, terutama di jalur wisata dan perbukitan karst Gunungkidul.
Wilayah Lain di DIY Juga Terdampak
Selain Gunungkidul, potensi hujan juga terjadi di Kulon Progo, Bantul, Sleman, dan Kota Yogyakarta, baik pada fase awal maupun lanjutan. Hal ini menandakan sistem cuaca aktif masih memengaruhi wilayah DIY secara luas pada sore hingga petang hari.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah dampak cuaca yang berpotensi terjadi saat hujan lebat. Kondisi tersebut dapat disertai petir dan angin kencang, yang berisiko menurunkan jarak pandang bagi pengguna jalan serta memicu longsor lokal, terutama di wilayah perbukitan. Selain itu, cuaca ekstrem juga berpotensi mengganggu aktivitas wisata, khususnya pada sore hingga malam pergantian tahun.
Untuk mengurangi risiko, masyarakat diimbau menghindari berteduh di bawah pohon besar atau baliho, menunda aktivitas luar ruang apabila kondisi cuaca memburuk, serta secara rutin memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.
30+ Comments
Post a comment