• Selasa, 3 Mar 2026
Bupati Gunungkidul memimpin apel Gerakan Jumat Bersih dan aksi bersih kali Kamal. (Pemkab Gunungkidul)

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap sungai sebagai langkah penting mencegah bencana hidrometeorologi. Ajakan itu disampaikannya saat memimpin apel Gerakan Jumat Bersih dan aksi bersih Sungai Kamal di Kalurahan Wunung, Kapanewon Wonosari, Jumat (12/12/2025).

Dalam kegiatan yang diikuti sekitar 200 peserta dari unsur pemerintah, TNI–Polri, lembaga sosial, perbankan, hingga warga, Bupati menekankan bahwa menjaga sungai merupakan bagian dari upaya adaptasi dan mitigasi bencana. Ia mengingatkan masyarakat agar merawat “rahim Ibu Pertiwi” sehingga tidak terjadi “keguguran” berupa kerusakan alam yang memicu banjir dan tanah longsor.

Kegiatan bersih kali yang menjadi bagian dari Gerakan Jumat Bersih di Sungai Kamal ini menjadi momentum penguatan kolaborasi lintas unsur. Bupati Endah menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi bagian dari upaya serius memperkuat ketahanan lingkungan.

“Gerakan ini juga dimaksudkan untuk memperkuat upaya adaptasi dan mitigasi dampak perubahan iklim serta risiko bencana, khususnya banjir,” ujarnya, Jumat (12/12/2025) dikutip dari gunungkidulkab.go.id.

Endah menyampaikan rasa syukur karena Gunungkidul relatif aman dari situasi darurat bencana. Namun ia mengingatkan bahwa bumi pertiwi sedang menangis dan berduka mengingat sejumlah bencana yang melanda Pulau Sumatera. Endah kemudian mengajak seluruh peserta untuk kembali merawat “rahim Ibu Pertiwi” agar tidak terjadi “keguguran” berupa bencana ekologis yang merugikan masyarakat.

“Saya mengingatkan bahwa jika alam sudah murka, kekuasaan, jabatan, dan uang tidak akan ada nilainya, sebab yang paling berharga dan utama untuk dijaga adalah nyawa,” tegasnya.

Gotong Royong Warga

Selain itu, bupati mengapresiasi bantuan bibit tanaman dari PT BPD DIY cabang Wonosari serta dukungan CSR berupa ternak dan alat pencacah pakan dari Lembaga Amal Zakat Membangun Keluarga Umat. Ia berharap kontribusi ini memperkuat penghijauan dan pemulihan lingkungan di kawasan sungai.

Kehadiran peserta dari berbagai unsur dianggap sebagai bukti kuatnya semangat gotong royong. Menurutnya simpul kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, lembaga, dunia usaha, dan dunia perbankan dianggap sebagai kunci untuk mewujudkan Gunungkidul yang kuat, maju, dan berdaya saing. Pada kesempatan ini, Kelompok Pemerhati Kamal juga dikukuhkan untuk memperkuat peran warga dalam menjaga ekosistem bantaran sungai.

Bupati Gunungkidul memimpin apel Gerakan Jumat Bersih di Kali Kamal.

Bupati Gunungkidul memimpin apel Gerakan Jumat Bersih di Kali Kamal. (Pemkab Gunungkidul)

Apa yang disampaikan Bupati Endah tentang pentingnya merawat “rahim Ibu Pertiwi” sejalan dengan pandangan para ahli kebencanaan dan tata ruang. Para pakar menilai bahwa keberhasilan menjaga lingkungan, termasuk sungai dan kawasan rawan bencana, tidak mungkin dicapai tanpa kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat.

Guru Besar Geomorfologi Lingkungan Fakultas Geografi UGM, Prof. Dr. Djati Mardiatno, menegaskan bahwa bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang kerap dipicu oleh kombinasi hujan ekstrem dan menurunnya tutupan lahan. Ia menekankan perlunya solusi jangka panjang melalui penataan ruang yang berorientasi pada resapan air.

“Kita harus memperbanyak ruang terbuka hijau agar air hujan bisa meresap ke tanah, membatasi konversi lahan hutan, serta memastikan sungai tidak tersumbat sampah agar saluran air berfungsi optimal,” ujarnya dikutip gunungkidul.net dari ugm.ac.id.

Senada dengan itu, pakar perencanaan kota dari Fakultas Teknik UGM, Prof. Ir. Bakti Setiawan, menyebut banjir bukan semata persoalan cuaca, tetapi juga akibat tata ruang yang tidak terkontrol. Menurutnya, ketangguhan komunitas dan kerja sama berbagai unsur menjadi faktor penentu.

“Peningkatan ketangguhan warga melalui penguatan social capital, baik secara struktural maupun kultural, perlu dilakukan agar masyarakat lebih siap menghadapi bencana,” kata Bakti dikutip dari ugm.ac.id.

Kedua pendapat tersebut menguatkan pesan Bupati Endah bahwa merawat lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi membutuhkan kepedulian bersama. Kolaborasi antara warga, lembaga sosial, akademisi, dunia usaha, dan pemerintah daerah menjadi fondasi untuk mencegah “keguguran” Ibu Pertiwi dalam bentuk banjir dan longsor, sebagaimana ia sampaikan dalam apel Gerakan Jumat Bersih di Sungai Kamal.

Gunungkidul Komitmen Jaga dan Kelola 13 Geosite Gunung Sewu

30+ Comments

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *