• Rabu, 4 Mar 2026
Hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Gunungkidul, Kamis (1/1/2026). Kondisi cuaca tersebut menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa kapanewon, salah satunya pohon berusia ratusan tahun yang roboh di kompleks Sewoko Projo. (dok/bpbd gk)

Kabupaten Gunungkidul mencatat sejumlah kejadian bencana sepanjang Desember 2025. Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kabupaten Gunungkidul, dalam satu bulan terjadi 33 kejadian bencana, dengan 94 orang terdampak, 11 fasilitas umum terdampak, serta 15 kapanewon tercatat mengalami kejadian kebencanaan. Data tersebut dipublikasikan BPBD Kabupaten Gunungkidul melalui infografis Kejadian Bencana Kabupaten Gunungkidul – Bulan Desember 2025 yang diunggah di akun Instagram resmi @bpbd_yk.

Rangkaian bencana tersebut mencakup banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, serta kebakaran gedung dan permukiman, yang terjadi hampir merata di wilayah selatan, tengah, hingga timur Gunungkidul.

Cuaca Ekstrem Dominasi Kejadian Bencana

Dari seluruh kejadian, cuaca ekstrem menjadi jenis bencana paling dominan, dengan total 15 kejadian. Dampaknya juga paling besar, dengan 49 orang terdampak, empat fasilitas umum terdampak, dan menjangkau sembilan kapanewon.

Sebaran cuaca ekstrem terjadi di Playen, Patuk, Wonosari, Paliyan, Karangmojo, Panggang, Tanjungsari, Girisubo, dan Rongkop. Wilayah dengan kejadian terbanyak tercatat di Wonosari dan Paliyan, masing-masing tiga kejadian, disusul Tanjungsari dan Rongkop dengan dua kejadian.

Banjir Terkonsentrasi di Wilayah Selatan

Selain cuaca ekstrem, banjir juga menjadi perhatian selama Desember 2025. BPBD mencatat enam kejadian banjir, dengan 32 orang terdampak, tiga fasilitas umum terdampak, serta tiga kapanewon terdampak langsung.

Kapanewon Tanjungsari menjadi wilayah dengan kejadian banjir terbanyak, yakni tiga kejadian, diikuti Semanu dengan dua kejadian, dan Playen dengan satu kejadian. Pola ini menunjukkan kawasan selatan Gunungkidul masih rawan banjir saat curah hujan tinggi berlangsung dalam durasi panjang.

Longsor Menyebar di Wilayah Tengah dan Utara

Ancaman tanah longsor juga terjadi sebanyak enam kejadian sepanjang Desember 2025. Longsor tercatat di Playen (dua kejadian), serta masing-masing satu kejadian di Gedangsari, Nglipar, Semin, dan Purwosari.

Meski jumlah korban relatif kecil, dengan dua orang terdampak, kejadian longsor menyebabkan dampak signifikan terhadap infrastruktur. BPBD mencatat empat fasilitas umum terdampak, dengan lima kapanewon masuk dalam wilayah terdampak longsor.

Kebakaran Gedung dan Permukiman

Sementara itu, kebakaran gedung dan permukiman tercatat sebanyak enam kejadian. Kebakaran terjadi di Patuk, Wonosari, Karangmojo (dua kejadian), Semanu, dan Tepus. Total 11 orang terdampak, dengan lima kapanewon mengalami kejadian kebakaran sepanjang bulan tersebut.

BPBD Imbau Waspada

Akumulasi kejadian tersebut menunjukkan Desember 2025 menjadi periode dengan intensitas bencana tinggi di Gunungkidul, baik dari sisi jumlah kejadian, sebaran wilayah, maupun dampaknya terhadap warga dan fasilitas publik.

BPBD Kabupaten Gunungkidul mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga, terutama di tengah potensi cuaca ekstrem. Warga diminta segera melaporkan kejadian darurat melalui kanal resmi BPBD agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

30+ Comments

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *