
Menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, mobilitas masyarakat diperkirakan meningkat seiring lonjakan perjalanan wisata dan mudik akhir tahun. Situasi tersebut berpotensi meningkatkan risiko penularan berbagai penyakit, terutama di lokasi wisata, pusat keramaian, serta moda transportasi umum. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat agar mempersiapkan kondisi kesehatan sebelum bepergian dan memperhatikan faktor kebersihan selama liburan.
Berdasarkan informasi resmi Badan Karantina Kesehatan (BBKK) Surabaya melalui unggahan edukasi kesehatan di akun Instagram @karkes.surabaya, terdapat sejumlah penyakit yang umum menyerang wisatawan selama perjalanan. Risiko pertama berasal dari penyakit saluran pencernaan, seperti traveler’s diarrhoea, tifoid, hepatitis A, dan polio yang ditularkan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi.
Selain itu, pelancong juga perlu mewaspadai penyakit yang ditularkan oleh gigitan nyamuk, terutama bagi mereka yang berkunjung ke wilayah tropis atau subtropis. Jenis penyakit tersebut antara lain malaria, demam kuning (yellow fever), dengue, zika, dan chikungunya.
BBKK juga mencatat adanya penyakit menular lain yang dapat mengancam wisatawan, seperti hepatitis B, tuberkulosis (TBC) yang menular lewat droplet, serta meningitis yang masih menjadi perhatian di wilayah tertentu. Risiko lain muncul dari penyakit yang ditularkan lingkungan, seperti leptospirosis akibat paparan air banjir dan schistosomiasis dari kontak air tawar terkontaminasi.
Sementara itu, penyakit yang kerap muncul pada musim liburan seperti rabies, influenza, COVID-19, hingga penyakit lintas negara seperti Ebola juga tetap perlu diantisipasi, terutama bagi masyarakat yang bepergian ke negara berisiko tinggi.
10 Tips Sehat Libur Nataru
Untuk mencegah risiko penularan saat libur panjang, Kementerian Kesehatan melalui laman kemenkes.go.id merilis sejumlah panduan dan tips menjaga kesehatana. Tips ini membantu masyarakat menjaga vitalitas selama libur akhir tahun.
Berikut tips menjaga kesehatan saat liburan Nataru ala Kemenkes:
1. Kendalikan asupan makanan
Selama liburan, pilihan makanan biasanya lebih beragam dan cenderung tinggi gula, garam, serta lemak jenuh. Mengendalikan porsi dan memilih makanan yang lebih sehat dapat membantu menjaga energi tetap stabil dan mencegah gangguan pencernaan. Menambahkan buah dan sayur setiap hari juga penting untuk memenuhi kebutuhan serat, vitamin, dan mineral yang mendukung daya tahan tubuh.
2. Tetap aktif secara fisik
Liburan sering membuat seseorang menghabiskan lebih banyak waktu duduk, baik saat perjalanan maupun dalam aktivitas santai. Menyisipkan kegiatan yang melibatkan gerak—seperti berjalan kaki, bersepeda, atau stretching—membantu menjaga sirkulasi darah dan mencegah tubuh terasa kaku. Aktivitas fisik ringan juga bermanfaat untuk mempertahankan berat badan serta meningkatkan mood.
3. Jaga kesehatan mental
Persiapan liburan, perjalanan yang panjang, ataupun interaksi sosial yang intens bisa memicu stres. Mengambil waktu khusus untuk diri sendiri sangat membantu menjaga keseimbangan mental. Aktivitas seperti membaca, meditasi, atau sekadar mendengarkan musik dapat memberi ruang bagi pikiran untuk beristirahat sehingga liburan tetap terasa menyenangkan.
4. Perhatikan kualitas tidur
Perubahan jadwal, perjalanan jauh, atau acara malam hari kerap membuat pola tidur berantakan. Agar tubuh tetap segar, usahakan tidur pada jam yang sama setiap malam dan ciptakan suasana tidur yang nyaman. Kualitas tidur yang baik membantu proses pemulihan tubuh, menjaga konsentrasi, serta mengurangi risiko sakit selama liburan.
5. Terapkan kebersihan pribadi
Keramaian tempat wisata atau fasilitas umum meningkatkan kemungkinan paparan kuman dan virus. Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan sebelum makan dan setelah menyentuh permukaan umum dapat memutus rantai penularan penyakit dengan efektif. Membawa hand sanitizer juga penting untuk kondisi ketika fasilitas cuci tangan tidak tersedia.
6. Hindari alkohol dan rokok
Konsumsi alkohol dan rokok biasanya meningkat saat perayaan akhir tahun. Padahal, keduanya dapat menurunkan imunitas dan mengganggu fungsi organ penting seperti paru-paru dan hati. Mengurangi atau menghindarinya selama liburan membantu tubuh tetap bugar, mengurangi risiko dehidrasi, serta menjaga kestabilan emosi dan konsentrasi.
7. Waspadai kesehatan saat bepergian
Perjalanan panjang berpotensi menyebabkan dehidrasi, kelelahan, atau paparan makanan yang kurang higienis. Membawa kotak P3K dan obat pribadi dapat menjadi langkah antisipatif jika kondisi darurat terjadi. Minum air cukup dan memilih makanan layak konsumsi penting untuk menjaga kesehatan pencernaan serta mencegah penyakit selama perjalanan.
8. Jaga keamanan pribadi
Risiko kecelakaan cenderung meningkat saat musim liburan karena padatnya lalu lintas dan tingginya aktivitas berwisata. Mengikuti aturan keselamatan—mulai dari memakai helm, sabuk pengaman, hingga waspada saat berenang atau mendaki—akan membantu mengurangi potensi cedera. Keamanan pribadi juga termasuk menjaga barang berharga dan tetap waspada di tempat ramai.
9. Pastikan vaksinasi lengkap
Vaksin membantu memberikan perlindungan terhadap penyakit tertentu yang mungkin lebih berisiko di daerah tujuan wisata. Bagi pelancong yang bepergian ke wilayah tropis atau negara dengan persyaratan kesehatan khusus, mengecek status vaksin lebih awal sangat dianjurkan. Konsultasi dengan fasilitas kesehatan dapat memastikan vaksin apa saja yang diperlukan sebelum keberangkatan.
10. Nikmati liburan dengan seimbang
Liburan seharusnya menjadi waktu untuk relaksasi, bukan tekanan tambahan. Tidak perlu terlalu ketat mengikuti aturan makan atau olahraga, selama tetap menjaga keseimbangan antara kesenangan dan kesehatan. Menciptakan ruang untuk menikmati momen bersama keluarga atau teman dapat meningkatkan kebahagiaan dan membantu menjaga kondisi mental tetap stabil.
30+ Comments
Post a comment