
Pebalap muda asal Kabupaten Gunungkidul, Veda Ega Pratama, kembali mencuri perhatian publik balap nasional setelah tampil impresif pada ajang Moto3 seri Thailand. Membela Idemitsu Honda Team Asia, Veda mencatatkan waktu terbaik 1 menit 40,877 detik pada sesi Qualifying 2 (Q2) dan mengamankan posisi start kelima atau baris kedua di Chang International Circuit, Buriram.
Balapan yang digelar Minggu (1/3/2026) itu menjadi momen penting dalam kariernya. Dalam unggahan Instagram terbarunya di akun @veda_54, ia menuliskan, “ThailandGP done. Happy with P5 in my first Grand Prix race. Massive thanks to the team for the incredible work this week. The work continues in Brazil.” Pernyataan tersebut menandai kepuasan atas hasil finis posisi kelima dalam debut Grand Prix-nya, sekaligus optimisme menghadapi seri berikutnya di Brasil.
Performa Veda langsung disambut antusias warganet. Di sejumlah unggahan yang menampilkan jejak kariernya, netizen ramai urun pendapat. Ada yang menyebut Veda pernah berlatih di pasar sapi di Gunungkidul. “Emang gacor dia dari kecil 😂😂,” tulis salah satu komentar. Lainnya menyebut, untuk pembalap Indonesia saat ini, Veda termasuk yang paling menonjol dan memiliki deretan prestasi yang belum mampu disaingi.
Julukan “Marquez-nya Gunungkidul” bahkan sudah muncul sejak 2022 di kolom komentarnya, merujuk pada gaya balap agresif yang kerap dibandingkan dengan juara dunia asal Spanyol, Marc Marquez. Meski demikian, capaian di Thailand menjadi bukti konkret bahwa Veda tak sekadar viral di media sosial, melainkan benar-benar menunjukkan performa kompetitif di lintasan internasional.
Konsistensinya membagikan progres dan capaian setiap seri balapan di media sosial juga memperlihatkan perjalanan karier yang dibangun secara bertahap. Dari lintasan lokal hingga panggung Grand Prix dunia, Veda Ega Pratama kini menjadi salah satu talenta muda Indonesia yang paling diperhitungkan—membawa harapan besar bagi masa depan balap motor Tanah Air.
Siapa Veda Ega Pratama?
Mengacu pada unggahan yang direpost Veda pada 9 Februari 2020, ia disebut masih berusia 11 tahun kala itu. Lahir dan dibesarkan dari keluarga pebalap, Veda mewarisi jiwa balap dari sang ayah, Sudharmono, yang malang melintang di ajang balap internasional. Konon, ayah Veda aktif balap di era 2000-an hingga 2010-an dan malang melintang di kelas Supersport 600cc.

Potret Pebalap asal Gunungkidul, Veda Ega Pratama kecil saat bergaya di sirkuit. Foto diunggah pada 2020.
Veda pertama kali naik motor pada usia 4 tahun. Setahun berselang, di usia 5 tahun, ia sudah turun balapan di kelas 50 cc pada ajang motocross. Bakatnya semakin terasah setelah ditempa di Astra Honda Racing School pada 2019. Ia kemudian diproyeksikan berjuang membawa nama Indonesia di ajang Thailand Talent Cup 2020.
Perjalanan internasionalnya terus berlanjut. Pada 2022, Veda mengunggah pengalaman Pre Test di Qatar. “I’ve had an amazing experience in Qatar. I’m really happy, I’m in the top 3. However, I’m still not satisfied. There’s a lot of things to learn. For the next race I hope for the best,” tulisnya. Ungkapan tersebut menunjukkan mentalitas kompetitif sekaligus kesadaran untuk terus berkembang.
30+ Comments
Post a comment