• Rabu, 4 Mar 2026
BMKG membagikan tips keselamatan saat terjadi gempa bumi, mulai dari kondisi di dalam bangunan, area terbuka, saat berkendara, hingga di wilayah pantai dan pegunungan. Panduan ini penting untuk meminimalkan risiko saat gempa terjadi.

Gempa bumi dapat terjadi kapan saja dan tanpa peringatan. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengetahui langkah-langkah penyelamatan diri saat gempa terjadi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui laman resmi bmkg.go.id,  membagikan sejumlah tips keselamatan yang dapat dilakukan sesuai dengan kondisi dan lokasi saat gempa berlangsung.

1. Jika Berada di Dalam Bangunan

Saat gempa terjadi di dalam bangunan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah melindungi kepala dan badan dari potensi reruntuhan. Anda dapat berlindung di bawah meja yang kokoh atau perabot kuat lainnya, sambil menutupi kepala dengan tangan atau benda pelindung.

Hindari berada di dekat jendela, lemari tinggi, atau benda yang mudah roboh. Tetap tenang dan tunggu hingga guncangan mereda. Jika kondisi memungkinkan dan jalur evakuasi aman, segera keluar dari bangunan menuju area terbuka untuk menghindari risiko runtuhan susulan.

2. Jika Berada di Luar Bangunan atau Area Terbuka

Bagi Anda yang sedang berada di luar ruangan, segera menjauh dari bangunan, tiang listrik, papan reklame, dan pepohonan yang berpotensi roboh akibat guncangan.

Carilah area terbuka yang lapang dan aman. Perhatikan kondisi tanah di sekitar, dan hindari tempat yang terlihat retak atau berpotensi ambles, karena gempa dapat menyebabkan pergeseran tanah secara tiba-tiba.

3. Jika Sedang Mengendarai Mobil

Jika gempa terjadi saat Anda sedang mengendarai mobil, segera hentikan kendaraan di tempat yang aman. Setelah itu, keluar dari mobil dan menjauh untuk menghindari risiko kendaraan bergeser, tertimpa benda jatuh, atau terjadi kebakaran.

Pastikan Anda berdiri di area yang aman dan stabil. Hindari berhenti di bawah jembatan, flyover, terowongan, atau dekat bangunan tinggi yang berisiko runtuh saat gempa berlangsung.

4. Jika Tinggal atau Berada di Wilayah Pantai

Bagi masyarakat yang berada di wilayah pantai, BMKG mengimbau untuk segera menjauhi garis pantai setelah gempa terjadi. Langkah ini penting sebagai antisipasi dini terhadap kemungkinan tsunami, meskipun belum ada peringatan resmi.

Segera menuju tempat yang lebih tinggi atau mengikuti jalur evakuasi tsunami yang telah ditetapkan. Tetap pantau informasi resmi dari BMKG dan aparat setempat sebelum kembali ke area pantai.

5. Jika Tinggal di Daerah Pegunungan

Jika Anda berada di wilayah pegunungan atau daerah berbukit, hindari lereng curam dan kawasan yang rawan longsor. Guncangan gempa dapat memicu runtuhan tanah dan bebatuan, terutama di daerah dengan kontur terjal.

Carilah tempat yang relatif aman dan terbuka, serta waspadai suara gemuruh atau tanda-tanda pergerakan tanah. Jangan berada di bawah tebing atau lereng hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, dan selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG serta instansi terkait agar mendapatkan pembaruan kondisi secara akurat.

30+ Comments

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *