• Rabu, 4 Mar 2026
Nasi merah sayur lombok ijo khas Gunungkidul. (V)

Gunungkidul bukan hanya tentang pantai dan bentang alam karst. Kabupaten di selatan Kota Yogyakarta ini juga menyimpan kekayaan kuliner yang lahir dari adaptasi panjang masyarakat terhadap alamnya. Dari olahan serangga berprotein tinggi hingga makanan pokok pengganti nasi, wisata kuliner di Gunungkidul menawarkan pengalaman yang otentik dan berbeda.

Kalau kamu berencana kulineran ke Gunungkidul, daftar makanan khas berikut bisa jadi panduan awal—lengkap dengan rekomendasi tempat populernya.

Belalang Goreng

Belalang goreng adalah kuliner khas Gunungkidul yang paling sering memancing rasa penasaran wisatawan. Meski bagi sebagian orang tampak ekstrem, rasa gurih dan renyahnya justru membuat banyak orang ketagihan. Selain unik, belalang goreng dikenal kaya protein dan menjadi sumber gizi alternatif masyarakat lokal. Belalang goreng biasanya dijual dalam bentuk camilan siap santap atau kemasan oleh-oleh.

Belalang goreng, salah satu kuliner khas Gunungkidul. (wisata.gunungkidulkab.go.id)

Belalang goreng, salah satu kuliner khas Gunungkidul. (wisata.gunungkidulkab.go.id)

Rekomendasi tempat:

Kicikan, Olahan Daging dan Jerohan Kaya Rempah

Kicikan adalah masakan tradisional berbahan daging dan jerohan sapi atau kambing yang dimasak dengan bumbu khas Gunungkidul. Cita rasanya gurih dengan sentuhan manis, mencerminkan karakter masakan Jawa pedesaan.

Menu ini sering hadir dalam hajatan, tetapi kini mudah ditemui di warung makan lokal. Kicikan paling nikmat disantap hangat bersama nasi putih atau nasi merah. Berikut rekomendasi warung kicikan di Gunungkidul:

Pathilo, Camilan Singkong Lokal

Gunungkidul dikenal sebagai penghasil singkong (tela). Salah satu olahan camilan khasnya adalah pathilo, makanan ringan berbahan singkong yang diolah secara tradisional. Teksturnya renyah, rasanya gurih, dan cocok sebagai teman minum teh. Pathilo biasanya dijual dalam kemasan dan cocok dijadikan oleh-oleh.

Pathilo, salahs satu kuliner khas Gunungkidul. (jogjaprov.go.id)

Pathilo, salah satu kuliner khas Gunungkidul. (jogjaprov.go.id)

Bagi yang tengah berwisata di Gunungkidul, berikut rekomendasi tempat yang menjual pathilo khas Gunungkidul:

Nasi Merah, Sayur Lombok Ijo, dan Empal

Nasi Merah, Sayur Lombok Ijo, Empal khas Gunungkidul. (wisata.gunungkidulkab.go.id)

Nasi Merah, Sayur Lombok Ijo, Empal khas Gunungkidul. (wisata.gunungkidulkab.go.id)

Menu ini mencerminkan pola makan tradisional masyarakat Gunungkidul. Nasi merah disajikan bersama sayur lombok ijo, daun pepaya, empal goreng, ayam kampung, tahu, dan tempe. Selain mengenyangkan, menu ini dikenal lebih sehat dan kaya serat.

Menu ini cocok untuk makan siang sebelum melanjutkan wisata alam. Berikut rekomendasi warung yang menyajikan sayur lombok ijo:

Gathot

Gathot adalah makanan tradisional khas Gunungkidul berbahan gaplek (singkong kering) yang dikukus lalu disajikan dengan parutan kelapa. Biasanya dikonsumsi sebagai menu sarapan atau kudapan sore.

Makanan ini lahir dari kebiasaan masyarakat mengolah singkong kering atau gaplek sebagai sumber pangan utama. Gaplek yang telah dikeringkan kemudian direndam dan dikukus hingga teksturnya empuk, sebelum disajikan dengan parutan kelapa segar. Cita rasanya cenderung manis alami dengan aroma khas singkong yang kuat.

Gathot lazim disantap sebagai menu sarapan atau kudapan sore, ditemani secangkir teh panas atau kopi tubruk.

Rekomendasi tempat:

Thiwul

Thiwul merupakan makanan pokok pengganti nasi yang terbuat dari gaplek. Teksturnya butiran kasar, rasanya cenderung manis, dan biasanya disajikan dengan kelapa parut atau lauk sederhana. Kini, thiwul tidak hanya dikonsumsi sebagai makanan pokok, tetapi juga dikemas sebagai kuliner wisata. Berikut rekomendasi tempat khusus menjual thiwul khas Gunungkidul:

Mencicipi makanan khas Gunungkidul bukan sekadar urusan rasa, tetapi juga cara memahami sejarah, kondisi alam, dan kreativitas warganya. Dari belalang goreng hingga thiwul, setiap hidangan menyimpan cerita tentang bertahan, beradaptasi, dan merawat tradisi. Kalau ke Gunungkidul, selain berburu pantai sisihkan waktu untuk kulineran, karena di situlah identitas lokal Gunungkidul terasa paling nyata.

30+ Comments

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *