• Rabu, 4 Mar 2026
Pemkab Gunungkidul menyalurkan insentif kepada 1.504 guru non-ASN dan pendidik PAUD melalui BAZNAS sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan dan kualitas pendidikan daerah.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik non-Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas layanan pendidikan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penyaluran bantuan insentif bagi Guru Tidak Tetap (GTT), Pegawai Tidak Tetap (PTT), serta pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di seluruh wilayah Gunungkidul.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, secara simbolis menyerahkan bantuan tersebut melalui kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Program ini menyasar sebanyak 1.504 penerima, yang terdiri atas pendidik PAUD, tenaga pendidik jenjang sekolah dasar, serta sekolah menengah pertama, dengan total bantuan mencapai Rp2,9 miliar.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Nunuk Setyowati, menyampaikan bahwa bantuan insentif ini merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kontribusi pendidik non-ASN dalam menjaga keberlangsungan layanan pendidikan. Selain itu, pemerintah daerah juga telah merencanakan kenaikan insentif bagi guru PAUD, sebagai bagian dari kebijakan berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.

Dalam arahannya, Bupati Endah menegaskan bahwa kesejahteraan tenaga pendidik menjadi prioritas pemerintah daerah. Menurutnya, guru dan tenaga kependidikan merupakan ujung tombak pelayanan publik di sektor pendidikan, sehingga perlu mendapatkan dukungan yang memadai agar dapat menjalankan tugas secara optimal.

“ASN dan pendidik harus sejahtera lebih dulu agar dapat melayani dan mendidik masyarakat dengan baik. Jika mereka tenang secara finansial, maka kualitas pendidikan dan pelayanan akan meningkat,” ungkap Bupati dikutip dari laman gunungkidulkab.go.id.

Bupati juga mengapresiasi peran BAZNAS yang menghimpun zakat, infak, dan sedekah—sebagian besar berasal dari ASN di lingkungan Pemkab Gunungkidul—untuk kemudian disalurkan kembali kepada para pendidik yang membutuhkan. Sinergi tersebut dinilai sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian bersama dalam membangun sektor pendidikan.

Selain aspek kesejahteraan, Bupati turut mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental bagi para pendidik. Ia mendorong penerapan pola hidup sehat, pengelolaan stres yang baik, serta kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem agar keselamatan dan kualitas kinerja tetap terjaga.

Langkah penyaluran insentif ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Gunungkidul dalam menciptakan sistem pendidikan yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkeadilan, sejalan dengan semangat “Ngayomi, Ngayemi, lan Ngayani” dalam pelayanan kepada masyarakat.

30+ Comments

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *