• Rabu, 4 Mar 2026
Pemkab Gunungkidul menebar benih ikan di Telaga Tileng Girisubo untuk menjaga ekosistem perairan dan mendorong perikanan desa berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus mendorong upaya pelestarian ekosistem perairan sekaligus penguatan sektor perikanan berbasis masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penebaran benih ikan di Telaga Nglodo Ireng, Kalurahan Tileng, Kapanewon Girisubo.

Kegiatan ini tidak hanya ditujukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem telaga, tetapi juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui pengembangan perikanan perairan umum.

Lurah Tileng, Suwardi, menyampaikan bahwa Telaga Nglodo Ireng sempat mengalami kekeringan pascapembangunan dan pengerukan. Bersama masyarakat, pemerintah kalurahan kemudian berupaya mengembalikan fungsi telaga agar kembali seperti kondisi sebelumnya.

“Setelah pengerukan, telaga ini sempat mengering. Kami bersama warga berupaya agar telaga bisa kembali berfungsi dan dimanfaatkan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Selain sebagai sumber air dan perikanan, Telaga Nglodo Ireng juga diproyeksikan menjadi bagian dari pengembangan pariwisata berbasis alam. Pemerintah Kalurahan Tileng saat ini tengah mengajukan wilayahnya sebagai Desa Wisata, dengan mengandalkan potensi telaga serta bentang alam berupa tebing-tebing di wilayah selatan yang kerap menjadi lokasi favorit pemancing.

“Kami mengajukan Kalurahan Tileng sebagai Desa Wisata dengan potensi alam yang kami miliki, mulai dari telaga hingga tebing-tebing di wilayah selatan,” tambah Suwardi.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengapresiasi upaya pelestarian yang dilakukan pemerintah kalurahan dan masyarakat. Menurutnya, kondisi telaga yang masih asri, dikelilingi pepohonan besar, serta menjadi habitat burung dan satwa lain, merupakan indikator penting keseimbangan ekosistem yang harus terus dijaga.

“Masih terdengar suara burung dan banyak pohon besar di sekitar telaga. Pohon-pohon ini bukan hanya menjaga keindahan, tetapi juga menghasilkan oksigen, menjaga air tanah, dan menjadi tempat hidup berbagai satwa,” katanya.

Seiring meningkatnya risiko bencana lingkungan, Bupati juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kelestarian alam dengan tidak mencemari sungai dan lingkungan sekitar.

“Kita melihat semakin banyak bencana terjadi. Karena itu, menjaga alam adalah tanggung jawab bersama,” imbuhnya.

Produksi Perikanan Gunungkidul Didominasi Perikanan Laut

Berdasarkan data Produksi Perikanan Tangkap Menurut Kecamatan dan Subsektor di Kabupaten Gunungkidul Tahun 2023, total produksi perikanan tangkap di wilayah ini mencapai 4.410,23 ton. Produksi tersebut didominasi oleh subsektor perikanan laut sebesar 4.174,40 ton, sementara perikanan perairan umum menyumbang 235,83 ton.

Kecamatan dengan produksi perikanan laut tertinggi antara lain Tanjungsari (622,509 ton), Saptosari (243,36 ton), dan Girisubo (3.173 ton). Sementara itu, subsektor perairan umum paling besar berasal dari Semanu (184,176 ton) dan Rongkop (26,014 ton).

Data ini menunjukkan bahwa meskipun perikanan laut masih menjadi tulang punggung produksi perikanan Gunungkidul, perairan umum seperti telaga dan embung tetap memiliki peran strategis, terutama dalam mendukung ketahanan pangan lokal dan ekonomi masyarakat pedesaan.

30+ Comments

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *