• Rabu, 15 Apr 2026
Produksi anggur di Gunungkidul melonjak drastis hingga 33,30 kuintal di tahun 2025!

GUNUNGKIDUL – Data terbaru dari publikasi Kabupaten Gunungkidul Dalam Angka 2026 mencatatkan tren positif yang signifikan pada sektor hortikultura. Produksi buah anggur di Kabupaten Gunungkidul mengalami lonjakan drastis dari 5,92 kuintal pada tahun 2024 menjadi 33,30 kuintal pada tahun 2025.

Peningkatan produksi hampir enam kali lipat ini memperkuat optimisme pemerintah daerah untuk menjadikan anggur sebagai komoditas unggulan baru, khususnya melalui konsep agrowisata. Hingga saat ini, produksi anggur di Gunungkidul masih terkonsentrasi di empat wilayah utama. Berikut data produksi anggur di Gunungkidul:

  • Kecamatan Nglipar: Produsen utama dengan kontribusi 22,10 kuintal.

  • Kecamatan Ngawen: 5,40 kuintal.

  • Kecamatan Panggang: 4,50 kuintal.

  • Kecamatan Tanjungsari: 1,30 kuintal.

Meski angka produksi di Tanjungsari secara statistik masih di bawah Nglipar, potensi wilayah ini dianggap sangat strategis karena integrasinya dengan sektor pariwisata pesisir.

Sebelumya, pada Selasa (6/1/2025), Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, melakukan panen raya anggur di Dusun Sumuran, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari. Kebun milik Sukamto, seorang pembudidaya lokal, menjadi bukti bahwa teknik pertanian yang tepat mampu menaklukkan tantangan lahan kering.

Sukamto menjelaskan bahwa kunci keberhasilannya terletak pada pengelolaan porositas media tanam agar akar tanaman berkembang optimal. Dari berbagai percobaan, varietas Jupiter dan Gos-V terbukti paling adaptif dengan iklim dan karakter tanah setempat.

Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto melakukan panen raya anggur di Dusun Sumuran, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Selasa (6/1/2025).

Inovasi Pemasaran Melalui Wisata Petik Buah

Berbeda dengan distribusi pasar konvensional, petani di Tanjungsari mulai menerapkan strategi wisata petik anggur. Pendekatan ini terbukti efektif meningkatkan nilai ekonomi petani, di mana hasil panen yang ada setiap tiga bulan selalu habis terjual kepada para wisatawan yang berkunjung langsung ke kebun.

Wakil Bupati Joko Parwoto menegaskan bahwa karakter tanaman anggur yang tahan panas dan hemat air sangat cocok dengan alam Gunungkidul.

“Kami mendorong terciptanya ekosistem di mana desa tidak hanya memanen hasil pertanian, tapi juga memberikan pengalaman wisata. Dengan sistem rambatan horizontal (trellis), kebun menjadi lebih rapi dan memudahkan wisatawan yang ingin memetik buah langsung,” jelas Wakil Bupati.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berkomitmen untuk memberikan pendampingan dan memperkuat kelembagaan petani melalui kolaborasi dengan BUMDes dan pelaku wisata. Diharapkan, lonjakan data produksi yang tercatat oleh BPS dapat diikuti dengan pemerataan ekonomi bagi warga melalui sektor agrowisata yang berkelanjutan.

Pertumbuhan produksi anggur di Kabupaten Gunungkidul dalam tiga tahun terakhir menunjukkan lompatan yang sangat impresif. Berdasarkan catatan data statistik, pada tahun 2023 produksi hanya berada di angka 2,70 kuintal, yang kemudian tumbuh secara bertahap menjadi 5,92 kuintal pada tahun 2024.

Namun, lonjakan drastis terjadi pada tahun 2025, di mana angka sementara menunjukkan produksi melesat hingga 33,30 kuintal. Kenaikan tajam yang mencapai lebih dari lima kali lipat dalam setahun ini menjadi landasan kuat bagi pemerintah daerah untuk semakin serius mengembangkan infrastruktur pertanian anggur di wilayah-wilayah potensial lainnya.

30+ Comments

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *