
Gunungkidul– Struktur ketenagakerjaan Kabupaten Gunungkidul mengalami perubahan cukup mencolok sepanjang 2023-2025. Jika sebelumnya pertanian menjadi salah satu sektor utama penyerap tenaga kerja, pada 2025 jumlah pekerja di kelompok manufaktur justru melampaui pertanian.
Data BPS Kabupaten Gunungkidul menunjukkan, pada 2025 terdapat 152.706 penduduk yang bekerja di sektor manufaktur. Sementara pekerja di sektor pertanian sebanyak 148.160 orang dan sektor jasa menyerap 162.382 orang.
Dengan angka tersebut, jasa menjadi kelompok lapangan pekerjaan dengan jumlah pekerja terbesar, disusul manufaktur dan pertanian. Total penduduk yang bekerja pada 2025 mencapai 463.248 orang.
Perubahan tersebut terlihat lebih jelas jika dibandingkan dengan 2023. Ketika itu, pertanian menyerap 185.348 pekerja, manufaktur 92.437 pekerja dan jasa 181.401 pekerja.
Dua tahun kemudian, jumlah pekerja pertanian turun menjadi 148.160 orang. Sebaliknya, manufaktur meningkat tajam menjadi 152.706 orang. Pekerja sektor jasa juga mengalami perubahan, dari 181.401 orang pada 2023 menjadi 162.382 orang pada 2025.
BPS mengelompokkan lapangan pekerjaan dalam tiga kategori besar. Pertanian mencakup pertanian, kehutanan dan perikanan. Manufaktur mencakup pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, listrik dan gas, pengadaan air, pengelolaan sampah serta konstruksi. Sementara jasa mencakup perdagangan, transportasi, akomodasi dan makan-minum, informasi dan komunikasi, jasa keuangan, pemerintahan, pendidikan, kesehatan hingga jasa lainnya.
Menariknya, perubahan tersebut juga memiliki perbedaan berdasarkan gender.
Pada pekerja laki-laki, sektor manufaktur menjadi kelompok terbesar dengan 97.694 pekerja, disusul jasa sebanyak 89.822 pekerja dan pertanian 66.924 pekerja. Sementara pada pekerja perempuan, pertanian masih menjadi sektor terbesar dengan 81.236 pekerja, disusul jasa 72.560 dan manufaktur 55.012 pekerja.
Data ini memperlihatkan bahwa perubahan struktur ekonomi Gunungkidul juga berkaitan dengan perubahan struktur pekerjaan masyarakat. Namun, data BPS tersebut tidak dengan sendirinya menjelaskan penyebab perpindahan atau perubahan jumlah pekerja antar sektor.
Dalam konteks pembangunan daerah, perubahan ini penting diperhatikan karena Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyebut pertanian, perdagangan, pariwisata, informasi-komunikasi dan jasa lainnya sebagai sektor yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah pada 2025.
FAQ
Sektor apa yang paling banyak menyerap tenaga kerja Gunungkidul?
Pada 2025, kelompok jasa menjadi yang terbesar dengan 162.382 pekerja. Manufaktur menyusul dengan 152.706 pekerja dan pertanian 148.160 pekerja.
Apakah pertanian sudah tidak menjadi pekerjaan utama warga Gunungkidul?
Belum. Pertanian masih menyerap 148.160 pekerja dan menjadi sektor terbesar bagi pekerja perempuan. Hanya saja, secara total jumlahnya pada 2025 sudah berada di bawah manufaktur dan jasa.
Apa saja yang masuk sektor manufaktur menurut BPS?
Selain industri pengolahan, kategori manufaktur dalam publikasi ini juga mencakup pertambangan dan penggalian, listrik dan gas, pengadaan air, pengelolaan sampah dan konstruksi.
Sumber: BPS Kabupaten Gunungkidul, Keadaan Angkatan Kerja Kabupaten Gunungkidul 2025.
30+ Comments
Post a comment